Mudah Dipelajari Mudah Dilupakan

Padepokan Budi Rahardjo

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel yang intinya mengatakan bahwa pelajaran yang diberikan melalui media elektronik, seperti dengan menggunakan video, ternyata tidak membuat seseorang belajar. Yang bersangkutan merasa telah mengerti tetapi pada kenyataannya tidak. Apakah ini dapat digeneralisir bahwa sesuatu yang mudah dipelajar ternyata menjadi mudah dilupakan?

Dulu saya sering mendengar dari kakak kelas saya di kampus betapa susahnya mereka harus lulus dari sebuah mata kuliah. Dosen-nya galak. Atau cerita sejenisnya. (Mau bilang dosennya gila, gak enak juga. Saya kan juga dosen. he he he.) Akhirnya sih pada lulus juga. Setelah melalui penderitaan tentunya. Apa yang dipelajari menjadi membekas. Susah dulu akhirnya tidak mudah lupa.

Apakah memang harus demikian cara belajar? Maksudnya apakah memang pelajaran harus dibuat susah agar melekat? Padahal selama ini saya mencoba membuat materi pelajaran menjadi lebih mudah dipelajari. Salah kali ya?

Mungkin itu juga yang menyebabkan saya tidak melakukan kultwit. Saya memang khawatir ini…

Lihat pos aslinya 13 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s